Icon Materi

Materi 4:

Kepemimpinan dalam Pembelajaran Mendalam

Icon Modul

Modul 4

Bahan Bacaan Kepemimpinan dalam Penciptaan Lingkungan Belajar (1JP)


Elemen ketiga adalah lingkungan belajar, yang memiliki peran penting dalam pembelajaran. Tantangan utama kepala sekolah pada elemen ini adalah bagaimana membuat guru mampu menciptakan budaya belajar yang nyaman, di mana setiap murid merasa dihargai dan didengar. Guru harus berperan aktif dalam membangun norma-norma yang mendorong partisipasi dan kolaborasi, sehingga murid merasa bahwa pendapat mereka memiliki dampak. Kepala sekolah juga harus memfasilitasi desain fisik dan virtual dari ruang belajar yang mempengaruhi cara murid berinteraksi dengan materi pembelajaran. Ruang yang dirancang dengan baik dapat memfasilitasi kerja sama antar murid dan memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi ide-ide baru.


Karakteristik Lingkungan Kelas Pembelajaran Mendalam Menurut Fullan dan Quinn

Murid banyak mengajukan pertanyaan murid memiliki keterampilan bertanya dan berbahasa untuk menggali lebih dalam tentang materi dan tidak secara pasif menerima jawaban atau penjelasan dari guru
Pertanyaan lebih dihargai daripada jawaban murid yang bertanya dalam rangka proses belajar, menemukan, dan menyampaikan lebih penting daripada pada hasil akhir pembelajaran
Model yang bervariasi untuk pembelajaran Pemilihan model pedagogis disesuaikan dengan kebutuhan dan minat murid, mendorong murid melakukan tantangan berikutnya
Koneksi eksplisit ke aplikasi dunia nyata Desain pembelajaran tidak dibiarkan begitu saja tetapi harus didukung dan dibangun di atas relevansi dan makna
Kolaborasi murid menentukan tujuan pribadi, memantau kemajuan, dan terlibat dalam memberikan umpan balik kepada teman-temannya

Bahan Bacaan Kepemimpinan dalam Pemanfaatan Digital (1JP)


Gambar Materi

Bahan Bacaan Strategi Pengelolaan Pembelajaran Mendalam



Gambar Materi

Sumber: Quinn, J., McEachen, J., Fullan, M., Gardner, M., & Drummy, M. (2020: 218). Dive into deep learning: Tools for engagement. Corwin Press.



Kondisi Pembelajaran yang berdampak pada Pembelajaran Mendalam di atas dapat dijabarkan pada tabel berikut:


Deskripsi Kondisi Pembelajaran yang Berdampak pada Penyebaran Pembelajaran Mendalam

No Komponen Fokus Utama Indikator/Rubrik
1 Visi/Tujuan (Vision/Goals) Kejelasan dan fokus visi sekolah terhadap Pembelajaran Mendalam
  1. Visi sekolah secara eksplisit mencerminkan komitmen terhadap Pembelajaran Mendalam.
  2. Tujuan sekolah selaras dengan visi Pembelajaran Mendalam dan terukur.
  3. Visi dan tujuan dipahami dan dihayati oleh seluruh warga sekolah.
2 Kepemimpinan (Leadership) Peran dan tindakan kepemimpinan dalam mendukung Pembelajaran Mendalam
  1. Kepemimpinan visioner yang menginspirasi dan memotivasi warga sekolah.
  2. Kepemimpinan instruksional yang fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran.
  3. Kepemimpinan distributif yang memberdayakan guru dan murid.
  4. Kepemimpinan adaptif yang responsif terhadap perubahan dan tantangan.
3 Budaya Kolaboratif (Collaborative Culture) Tingkat kolaborasi dan kerja sama di antara warga sekolah
  1. Budaya kolaboratif yang kuat di antara guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.
  2. Kolaborasi antara guru dan murid dalam proses pembelajaran.
  3. Keterlibatan orang tua dan komunitas dalam mendukung Pembelajaran Mendalam.
  4. Komunikasi yang efektif dan terbuka di antara seluruh warga sekolah.
4 Kedalaman Pembelajaran (Deepening the Learning) Kualitas dan kedalaman proses pembelajaran yang terjadi di sekolah
  1. Pembelajaran berpusat pada murid dan relevan dengan kehidupan nyata.
  2. Pembelajaran berbasis proyek, inkuiri, dan pemecahan masalah.
  3. Penggunaan teknologi secara efektif untuk mendukung Pembelajaran Mendalam.
  4. Pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif).
  5. Penekanan pada pemahaman konsep yang mendalam dan aplikasi pengetahuan.
5 Evaluasi dan Pengukuran Baru (New Measures and Evaluation) Pendekatan dan metode pengukuran dan evaluasi yang mendukung Pembelajaran Mendalam
  1. Penggunaan berbagai metode penilaian yang autentik dan holistik.
  2. Penilaian formatif yang berkelanjutan untuk memantau dan meningkatkan pembelajaran.
  3. Penilaian kinerja yang fokus pada demonstrasi pemahaman dan keterampilan.
  4. Penggunaan data untuk pengambilan keputusan dan perbaikan berkelanjutan.
  5. Refleksi diri dan evaluasi diri oleh guru dan murid.

Sumber:
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah DirektoratJenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru
Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Tahun 2025.