Icon Materi

Materi 2:

Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam

Icon Modul

Modul 2

Diantara kedua kerangka kerja pembelajaran mendalam di atas, nampak perbedaan dan persamaan yang disajikan dalam tabel berikut.


1. Fokus Utama Kerangka Kerja

Dimensi NPDL (Joanne Quinn dkk.) Adaptasi Kemendikbudristek (Indonesia)
Inti Filosofis Membangun kapasitas untuk mengubah dunia melalui "Humanity" dan "Character". Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sebagai kompas karakter dan kompetensi.
Kompetensi Inti 6C: Character, Citizenship, Collaboration, Communication, Creativity, Critical Thinking. 6 Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Beriman & Bertaqwa, Berkebinekaan Global, Gotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif.


2. Komponen Penggerak (Design Elements)

Dalam buku Deep Learning: Engage the World Change the World, Quinn menekankan empat elemen desain pembelajaran. Indonesia mengadaptasi ini dalam struktur kurikulum yang lebih fleksibel:

  • Kemitraan Pembelajaran (Learning Partnerships):
    Quinn menekankan pergeseran peran guru menjadi activator. Di Indonesia, ini diwujudkan melalui peran guru sebagai Fasilitator dalam pembelajaran yang berpusat pada murid, di mana siswa dilibatkan dalam menentukan tujuan belajarnya sendiri.

  • Lingkungan Pembelajaran (Learning Environments):
    Quinn mendorong pembelajaran melampaui dinding kelas. Adaptasi di Indonesia muncul di mana siswa belajar langsung di lingkungan masyarakat atau isu nyata.

  • Pemanfaatan Digital (Leveraging Digital):
    Quinn melihat teknologi sebagai pengganda (amplifier). Indonesia mengintegrasikan ini salah satunya melalui platform Ruang GTK untuk mendukung personalisasi pembelajaran guru dan tenaga kependidikan.

  • Praktik Pedagogis (Pedagogical Practices):
    Keduanya sepakat pada penggunaan model berbasis inkuiri, berbasis masalah, dan berbasis projek yang menuntut pemikiran tingkat tinggi (HOTS).